Archive for the 'Art and Music' Category

Music Communications Fest 2009 Segera Hadir

Bangsa yang besar adalah dapat memulainya dengan menghargai karyanya sendiri dengan bijak. Begitu banyak hal mengenai penjajahan terhadap karya tak henti-hentinya dan semakin berkuasa. Seharusnya bangsa ini memperjuangkan karya anak bangsa yang dapat menjadi kebanggaan dan akan mengharumkan negeri ini. Kemerdekaan yang semestinya dan penuh kearifan.

Perkembangan teknologi dizaman sekarang ini mempermudah kita dalam beraktifitas khususnya dibidang Seni dan Informasi, hal ini ditunjukkan dengan hadirnya Teknologi Digital yang dapat membantu kita berkreatifitas dibidang seni dan Informasi, yang banyak digunakan oleh komunitas Indie activity, hal ini tentu akan memberi semaraknya kreatifitas muda lokal terhadap pentingnya suatu hasil karya seni yang baik dan dapat mendatangkan penikmat musik dari lingkungan setempat dan sekitarnya. seperti halnya di kota kota yang maju lainnya, dengan membudayakan aktifitas yang berkaitan dengan teknologi dapat memudahkan kita sebagai pengguna untuk dapat terus berkreasi, berkomunikasi dan saling bertukar pikiran pada dunia informasi saat sekarang ini.

Dengan mengedepankan potensi dan bakat yang berkembang, Sesuatu yang sudah dinantikan oleh komunitas musik satu ini www.pekanbarumusic.com untuk bisa melahirkan album kompilasi band lokal, yang bertujuan guna menggali kreatifitas musisi lokal untuk lebih maju dan kreatif hingga dikenal ke dunia Global. Perencanaan yang sifatnya dimulai dari potensi yang terkuat ataupun yang belum terangkat dapat berkembang dengan sendirinya ke kota lainnya. Ini dilakukan dengan pengenalan atau promosi untuk mendatangkan penikmat musik dari daerah setempat dan sekitarnya. hingga mereka memiliki mimpi yang akan memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya untuk berkreatifitas. Read more »

Sagu Band

Profil, Info Sagu Band, personel, Anggota Sagu bandSagu Band, kelompok musik yang sejak tahun 2005 mengusung aliran pop rock Melayu, meluncurkan album kemas ulang (repackaged). Dari 11 lagu yang mereka sodorkan dalam album ini, tujuh di antaranya lagu lama dari album pertama “Istana Kerinduan” dan album kedua “Beda Impian”, sedangkan empat lagu baru lagi merupakan lagu-lagu baru.

Kesan ada perubahan pada album ini dibandingkan album-album terdahulu amat kentara pada vokal. Maklum, jika dua album sebelumnya, vokalis band ini adalah Jepri, tetapi sekarang Ganni. Jepri keluar dari band ini sejak dua tahun lalu dengan alasan kesehatan.

Meskipun demikian, aliran yang diusung Sagu tetap seperti dahulu yakni pop rock Melayu. Cita rasa Melayu bahkan makin terasa karena cengkok dan melodi sejumlah alat musik yang digunakan. Cuma saja, karakter Sagu tidak lagi bersuara melengking, kini lebih ngebas, akibat berbedanya karakter suara antara Jepri dengan Ganni. Ada kesan, Sagu agak romantis.

Dengan demikian, meski kemasan ulang, lagu-lagu Sagu dalam album yang diberi judul “Sagu di Hatimu” ini tetap segar. Apalagi, mereka menyodorkan empat lagu baru yakni Cinta Sejati, Usahlah Pergi, Aku Sudah Menduga, dan Harus Memilih. Di antara lagu lama yang terdapat di dalam album ini adalah Lain Hati, Beda Impian, Salam Rindu, dan Selamat Tidur Kekasih.

Tak hanya pada vokal, Sagu pun memperlihatkan perbedaan lain dibandingkan album-album terdahulu. Boleh dikatakan, garapan pada ”Sagu di Hatimu”, merupakan album full Sagu. Eksekutif produser, produser, sampai operator rekaman pun dipegang langsung oleh personil Sagu. “Ini semua proses pembelajaran dan kami akan tetap belajar,” kata produser Sagu yang juga vokalis band ini, Ganni.

Direkam di Studio Mara Akademi Kesenian Melayu Riau, tempat mereka rekaman selama ini, kelahiran “Sagu di Hatimu” memang harus menjalani proses panjang. Tetapi grup ini tak pernah diam sejak ditinggalkan Jepri. Pemanggungan bahkan pembuatan single tetap dilakukan. “Alhamdulillah, kita masih solid,” kata Ganni.

Seperti diketahui, sebelumnya Sagu telah melahiirkan dua album yakni “Istana Kerinduan” (2005) dan ”Beda Impian” (2006). Menjadikan Pekanbaru sebagai markas band ini, mereka juga “berkelana” di Jawa. Selain manggung, mereka juga telah talkshow di radio-radio pada sekitar 400 iven.

Ada info Sagu Band yang lain?, kasih tahu kami ya..

D n’A Band, Satukan Visi

DNA Band Pekanbaru, download lagu mp3 DNAMengusung aliran Pop Romantic dengan balutan nuansa progressive, D n’A band Masuk dalam 8 besar pencarian bakat A Mild Rising Stars regional Sumbagteng, band yang dipiloti Dhino (Vokalis), Arief(Gitaris) Sabda (Bassist) dan Andre pada(Drummer) bertekad satukan visi untuk bermusik lebih baik.

Berawal dari keikutsertaan mereka dalam ajang pencarian bakat, D n’A berhasil menyisihkan 150 band yang ikut berpartisipasi.Alhasil, posisi 8 besar berhasil diraih. Namun, untuk kualifikasi finaluntuk jakarta, D n’A tersisih dengan band lainnya.

“Awalnya kami (D n’a band, red) iseng aja ngirimin hasil demo lagu sebanyak 3 lagu ciptaan
kami diantaranya, Diantara Bintang, Jauh dan dalam dan Pelangi di Jakarta.untuk diikutsertakan dalam ajang A-Mild Wanted, ternyatadari hasil seleksi khusus daerah Pekanbaru-Riau yang kurang lebih ada 150an Band yang ikut berpartisipasi D n’A dipilih salah
satunya untuk mewakili pekanbaru - Riau”Jelas Arief saat ditemui di Hotel Ratu Mayang Garden(18/04)

Terbentuknya band ini diawali dua mantan personil band D n’A, dhino dan arif yang
cabut dari band yang sama”Dahulunya kami bergabung dalam satu Band yang sama, namun karena ketidaksamaan visi misi dan pola bermusik akhirnya kami hengkang dari Band mereka tersebut dan setelah sekian lama akhirnya mereka bertemu dan mencanangkan
kembali untuk eksis dalam bermusik dan membentuk band baru yang mereka beri nama D n’A Band” Terang dhino, vokalis D n’A

lebih jauh, mereka mempunyai target untuk kedepaannya. Emang apa sih? “Punya Album sendiri, dikenal publik, diakui musikalitasnya secara nasional”
tutup Sabda, Bassist D n’a.

(Ridwan, Reporter Pekanbaru-Riau)

Lagu Diantara Bintang klik disini

Sastra Lisan Budaya Melayu Klasik

Situs ini berisikan tentang infomasi daerah Riau yang merupakan tanah orang Melayu, jadi tidak sah rasanya jika tidak ada tulisan, artikel tentang kesusastraan, seni dan Budaya Melayu di dalamnya. Nah, beberapa bulan lalu kami menemukan artikel tentang perkembangan sastra lisan pada masa melayu klasik. Berikut artikel tersebut:
—————————————-
Sastra Lisan Dalam Seni dan Budaya Melayu Klasik

Sastra Melayu atau Kesusastraan Melayu adalah sastra yang hidup dan berkembang di kawasan Melayu. Sastra Melayu mengalami perkembangan dan penciptaan yang saling mempengaruhi antara satu periode dengan periode yang lain. Situasi masyarakat pada zaman sebelum Hindu, zaman Hindu, zaman peralihan dari Hindu ke Islam, dan pada zaman Islam, berpengaruh kuat pada hasil-hasil karya sastra Melayu. Terjadi hubungan yang erat antara tahap perkembangan, kehadiran genre, dan faktor lain di luar karya sastra.

Sastra Melayu berkembang pesat pada masa Islam dan sesudahnya, karena tema-tema yang diangkat seputar kehidupan masyarakat Melayu, meskipun beberapa terdapat pengaruh asing. Sebelum Islam masuk, konteks penceritaannya lebih berorientasi pada wilayah di luar Melayu, seperti India dengan latar belakang kebudayaan Hindu.

Sastra Melayu Klasik
Yang dimaksud dengan Sastra Melayu Klasik adalah sastra yang hidup dan berkembang di daerah Melayu pada masa sebelum dan sesudah Islam hingga era 1920-an pada masa Balai Pustaka. Masa sesudah Islam merupakan zaman dimana sastra Melayu berkembang dengan pesatnya sebab pada masa itu banyak tokoh Islam yang mengembangkan sastra Melayu.

Kesusastraan Melayu sebelum Islam tidak terdapat nuansa Islami sama sekali dan bentuknyapun berupa sastra lisan. Isi dan bentuk sastra lebih didominasi oleh animisme, dinamisme, dan Hindu-Budha, dan semua hasil karya tersebut dituangkan dalam bentuk prosa dan puisi. Untuk puisi, tampak tertuang ke dalam wujud pantun, peribahasa, teka-teki, talibun, dan mantra. Bentuk yang terakhir ini (mantra), sering dikenal dengan jejampi serapah, sembur, dan seru. Sedangkan bentuk prosa, tampak tertuang dalam wujud cerita rakyat yang berisi cerita-cerita sederhana dan berwujud memorat (legenda alam gaib yang merupakan pengetahuan pribadi seseorang), fantasi yang berhubungan dengan makhluk-makhluk halus, hantu dan jembalang [.....]
—————————————-

Jikalau tulisan tentang Sastra Lisan Dalam Seni dan Budaya Melayu Klasik ini ditampilkan semua di halaman ini, maka panjang hingga ke bawah, karena artikel tentang perkembangan sastra melayu ini ada 7 (tujuh) halaman A4. Jadi bagi Anda pencari artikel sastra melayu, khususnya perkembangan sastra lisan di tanah Melayu mulai pada masa klasik, bisa Anda download melalui link di bawah ini.


Donwload Artikel Sastra Lisan Dalam Seni dan Budaya Melayu Klasik.

Artikel tentang Sastra Lisan Dalam Seni dan Budaya Melayu Klasik, telah lama kami temukan, hingga lupa sumber dan tidak pula kami ketahui penulisnya. Jika Anda merasa mengetahui penulis artikel ini, atau tahu sumber aslinya silakan beritahu kami melaui box komentar dibawah ini demi menjaga hak kekayaan intelektual kita bersama.

Next Page »